Selasa, 14 Juli 2015

Senyummu menyadarkan ku

Rasa suka yang begitu aja muncul, nyaman yang datang beriring dengan kebersamaan yang tercipta, sayang yang mulai timbul diantara perasaan suka juga nyaman dan pada akhirnya cinta datang yang ingin di ungkapkan.

Sejenak aku berfikir, haruskah aku memiliki dia yang aku sayangi. Memiliki dalam arti sepenuhnya, memiliki dia dengan seluruh jiwa dan raganya. Mengikuti hati yang egois, yang ingin selalu ada di dekatnya, tertawa bersamanya, menghabiskan waktu, berbagi semua cerita , canda dan juga bahagia.

Tersentak mengetahui dia mencintai yang lain, sesak rasanya menerima semua kenyataan ini. Belum sempat aku mengungkapkan rasa yang ada, terlebih dahulu aku tau dia mencintai yang lain. Aku hanya tersenyum dan melihatnya bahagia menceritakan sosok lain yang membuatnya bahagia.

Jelas dimatanya ada rasa nyaman dan cinta yang begitu besar pada sosok itu. Terlihat senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya menceritakan dia yang dia kagumi. Melihatnya seperti ini, aku merasa bahagia, walau aku tau bahagianya bukan karena aku, tapi karena sosok itu.

Kembali, aku hanya bisa tersenyum melihat ini, rasa yang belum sempat aku ungkapkan, bagaikan sayap baru yang segera patah sebelum aku gunakan untuk terbang. Bukankah cinta tak harus memiliki. Tapi, apa kata mereka nanti? Cinta harusnya di perjuangkan, bukan hanya menerima begitu saja sebelum berusaha.

Tapi apa daya aku, melihat senyum itu, mengajarkan aku tentang arti cinta sesungguhnya. Cinta bahagia melihatnya bahagia, cinta bukan sekedar bersama, tapi bagaimana membuat dia selalu bahagia, dan yang terpenting adalah bahagianya.

Alasan untuk cinta terbesar dan terindah adalah mebuat dia yang kita cintai bahagia. Walau kita tau alasan bahagianya bukan kita. Kembali aku lihat senyum itu, dan aku dengarkan ceritanya tentang sosok itu.

Aku sadar, senyum itu kembali  menyadarkan ku. Jika bahagianya karena sosok itu, maka aku harus ikhlas melihatnya bahagia dengan sosok itu. Dan aku merasakan cinta karena dia bahagia. Cinta memang harus memiliki, memiliki disini adalah memiliki rasa bahagia melihat dia bahagia, walau bahagianya bukan karna kita.

Terimakasih senyum yang menyadarkan ku, bahagiamu adalah bukti cinta sesungguhnya. Memiliki cintamu adalah dengan cara melihatmu bahagia, bukan memaksakan egoianya cinta yang membuatmu tak bahagia. 😊