Langsung ke konten utama

Postingan

Kamu jago

Akan aku ceritakan dia yang sangat aku inginkan, sosok yang sangat pandai membuat ku patah. Di awal cerita, ini berawal dari kesalahanku yang tidak cukup tau diri karena menginginkannya. Sosok yang memang sangat aku inginkan, yang selalu aku semogakan dengan segala aspek yang dimilikinya.Di awal perjuangan, aku sudah merasakan patah. Dia yang telah dimiliki seseorang, tak mungkin tega bagiku untuk merusak kebahagiannya hanya karena egoku untuk memilikinya. Sudah lah fikirku untuk memperjuangkannya, karena tak ingin mengusik kebahagiannya.Perlahan waktu berlalu, aku pun hanya terbiasa memperhatikan bahagianya dari kejauhan. Namun ceritanya berbeda saat kabar dia tengah patah hati. Yah, sebuah energi baru bagiku. Bukan berarti aku bahagia karena bahagianya pecah, hanya entah ini disebutnya apa yang jelas aku merasa ini adalah waktunya aku agar dapat mengenal dirinya lebih dekat.Bersambung...

Postingan terbaru

Untuk kamu

Untuk kamu sosok yang sangat aku nantikan, bagian dari setiap do'a yang aku panjatkan, cerminan dari diri ini dan nama yang memang telah tertuliskan di yaumul mahfudz.
Siapakah gerangan kamu? Aku tunggu, kamu tak kunjung datang. Aku cari, takut salah menemukan. Aku diam, dalam kegelisahan. Aku bingung apa sebenarnya yang harus aku lakukan. Ragu dalam diam, gelisah dalam berjuang dan takut dalam harapan.

Jika benar kamu itu adalah kamu, semoga kita disegerakan dalam ibadah yang sangat aku nantikan. Dimana kamu dan aku dipertemukan, diikrarkan, dihalalkan, dan kamu dan aku menjalani ibadah menuju impian, hidup kekal dalam keabadian meninggalkan tempat persinggahan.
Membangun bahagia bersama kamu, menjalani suka duka bersama. Sesulit apapun nanti, aku tidak peduli, sesulit apapun itu akan kita hadapi bersama bukan? Separuh agamaku.
Akankah kamu juga menantikan apa yang aku nantikan? Akankah kamu khawatirkan apa yang aku khawatirkan? Apa kamu takut juga pada sekedar harapan? Jika ka…

Bumi, kamu dan langit

Bumi kamu adalah saksi bisu yang mendangar bisik ku terkhusus untuk langit, mungkin kamu sudah bosan mendengar suara bisik ku, bisik yang selalu aku ucapkan setiap kali mendekat kening ku padamu. Ada rasa bahagia saat aku bisikkan sosoknya padamu, seakan aku ingin terus berbagi cerita tentangnya. Tentang dia yang memiliki senyum manis yang selalu menjadi semangat baru untuk hariku. Iya kan bumi kamu mendengar bisik ku itu? 

Ini adalah pesan rahasia ya bumi, hanya kamu yang tau dan semoga langit mendengarnya. Aku sih yakin jika langit mendengarnya, yakin sekali jika langit mendengarkan apa yang selalu ku semogakan dan aku yakin sekali, jika langit akan segera menjawab semua bisik itu. 
Sebelum langit menjawab bisik itu, bantu aku mempersiapkan diri ya bumi. Selalu ingatkan aku terus meminta kepada langit, selalu ingatkan aku terus berbisik kepada mu, selalu buat aku rindu mendekatkan keningku padamu. Bantu aku mempersiapkan segalanya sebelum aku menemuinya dan menjeputnya dengan rest…

Sedikit waktu

Saat lelah benar-benar menghampiriku, putus asa menghujam semangatku, keyakinan yang runtuh karena berulangkali gagal. Aku butuh sejenak duduk beristirahat, mulai merenungi apa sebenarnya yang salah, sikapku kah, caraku kah, atau memang ini cara Tuhan menguji keyakinanku.
Aku sadar, dari berbagai banyak masalah yang telah aku hadapi aku jadi semakin dewasa, semakin mengerti bagaimana cara menghadapi masalah, mengerti bagaimana cara menyikapi berbagai ujian dan sangat mengerti bagaimana cara mensyukuri sebesar apapun nikmat itu.

Namun hati kecilku bertanya tanya akan sikapku selama ini. Apa mungkin masalah membuat aku semakin kuat, mungkin ini kuat atau memang hatiku sudah sangat membatu. Sehingga aku tidak lagi begitu merasakan masalah yang aku hadapi adalah masalah. Namun aku yakin, dari setiap masalah yang aku hadapi ini adalah rencanaMu Tuhan. Rencana membuat aku menjadi kuat, menjadi dia yang akan lebih siap lagi menghadapi berbagai masalah dan cobaan. Hingga akhirnya aku benar …

Hay kamu

Hay kamu.. iya kamu, boleh kah aku mengenal mu, maaf jika aku menggangu waktu mu. Maaf jika sikapku membuat mu tak nyaman. Perkenalkan aku Muhammad Refai, kamu bisa memanggilku Fai, siapa namamu? Tidak, aku tidak akan menganggumu, maaf jika aku memeberanikan diri untuk mengenalmu, jika kamu merasa terusik oleh sikapku ini, maaf aku akan pergi. Aku hanya seseorang yang terpesona oleh senyum dan sikap lembut yang tak sengaja aku lihat. Ada alasanya mengapa aku seperti ini. Aku teringat akan beberapa tulisan yang pernah aku baca, jika wanita itu menunggu dan kaumku lah yang memulai, wanita itu pemalu, wanita itu gengsi, dan masih banyak lagi. Maka aku beranikan diri  ku ini untuk coba memulai, memulai menyapamu dan mungkin dengan cara ini aku bisa mengenal kamu atau mungkin biasa lebih dari pada itu. Maaf bicaraku ngelantur ya hehe, oh iya aku tinggal tidak jauh dari sini, iya di Bandar Lampung, jika boleh aku ingin tau dimana kamu tinggal? Mungkin jika nanti kita sudah saling kenal, aku…

Senyum seharusnya bahagia

Senyum yang seharusnya menggambarkan kebahagiaan, kini berarti lain saat semua ini terjadi. Kamu seseorang yang sangat aku sayangi, mulai berubah akhir akhir ini. Seakan semua sia-sia perjuangan yang selama ini aku lakukan, sekaan sia-sia semua perhatian yang hanya aku tujukan kepada kamu. Kamu memilih diam dan pergi, tanpa aku mengerti masalah apa sebenarnya, yang membuat kita seperti ini.Awalnya semua baik saja, hingga akhir-akhir belakangan kamu mulai berubah. Mulai jarang menghubungiku, sibuk dengan duniamu, dan seolah tak pedulikan aku yang selalu menunggu kabarmu. Hatiku masih selalu berfikir baik tentang semua ini. Mungkin kamu sibuk dengan urusanmu dan lalu setelah itu  kamu akan menghubungiku, namun nyatanya tidak. Berulang kali aku mencoba untuk menghubungimu, coba untuk mengerti keadaanmu, coba mengerti dengan kesibukanmu, namun nyatanya kamu menjawab datar semua pertanyaanku lalu memutus komunikasi kita. Airmata seakaan taklagi tahan berada didalam mata, lalu melompat jatu…

Kamu yang tau

Terkadang kita berjalan terlalu cepat, melupakan semua hal yang seharunya kita ingat, terobsesi mengejar hal yang kita ingin dan yang kita lihat. Mata seakan teralih akan sesuatu yang baru, mengkilap, cantik, menawan, terlihat sempurna, atau berharap akan beruntung mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan harapan. Tak dipungkiri, kita berharap dapat yang baik, bahkan jika bisa kita mendapatatkan dia yang mengerti, lembut, cerdas, mendamaikan dan melengkapi. Tentu hal yang membahagiakan jika kita memiliki dia yang sosoknya sejak lama kita harapkan.Seakan melupakan segalanya, kita terfokus mencarinya dan mengabaikan dia yang dulu sempat ada. Dia, dia beberapa orang yang mungkin dulu selalu ada dan karena beberapa hal lebih memilih mengakhiri hubungan itu sementara waktu. Dua orang yang saling mencintai, pergi dengan egoisya masing masing. Salah satu di antara keduanya menyesali perpisahan yang terjadi, sebagian yang lain merasa lega karena perpisahan. Mungkin saat itu dia merasa lega, nam…